POLRES PEMATANGSIANTAR LAKSANAKAN WORKSHOP PENGUATAN KAPASITAS KEPADA INSAN MEDIA

POLRES PEMATANGSIANTAR LAKSANAKAN WORKSHOP PENGUATAN KAPASITAS KEPADA INSAN MEDIA

https://tribratanews.polrespematangsiantar.id/ Wakapolres Pematangsiantar KOMPOL ISMAWANSA SIK, MH Pimpin Pelaksanaan Workshop Penguatan Kapasitas Kepada Insan Media dalam mendukung Kota Tanggap Ancaman Narkoba Tahun 2022 yang bertempat di Hotel Horison, Jl. Rakutta Sembiring, Kecamatan Siantar Martoba, Kamis 07 Juli 2022 Pada Pukul 09.30 Wib.

Kegiatan itu dihadiri Kepala BNNK Pematangsiantar diwakili Kepala Seksi Pencegahan Pemberdayaan Masyarakat (P2M), Dewi Sartika Tarigan, Kasat Narkoba Polres Pematangsiantar AKP Rudi Panjaitan SH, Mewakili Korem 022/PT, Kaban Kesbang Pol Pemko Pematangsiantar Ibu Soefie M. Saragih, Media Online Berita Sore & Rumah Online, Media Televisi SCTV dan Media Elektronik Radio Cek FM, CAS FM, Boss FM, Margaret FM.

Dalam Sambutannya Ketua PWI Kota Pematangsiantar,Suriati menyampaikan Kita sebagai Wartawan tetap koreksi mengenai pemberitaan Narkoba.Peredaran Narkoba di Kota Pematangsiantar sudah sangat memprihatinkan, karena narkoba sudah merupakan sindikat dan mengharapkan Sat Reskoba Polres Pematangsiantar melakukan penangkapan walaupun satu hari 1, 2, 3, dst,Saya sangat berterima kasih dalam kegiatan ini yang mengadakan workshop ini dengan penguatan media,”

Pada Kesempatan Itu Waka Polres Pematangsiantar, KOMPOL ISMAWANSA, SIK, MH menyampaikan Puji Syukur Kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas nikmat kesehatan sehingga kita dapat berkumpul disini. Polri akan menerima masukan dari rekan-rekan yang hadir pada acara ini.

Pada saat ini kita berbicara tentang penegakan dan penindakan dengan Program Gerebek Kampung Narkoba, Program Kampung Bersinar (Bersih Narkoba). Semakin banyak Polisi melakukan penangkapan narkoba semakin banyak pula pengguna Narkoba dan Jaringan Narkoba yang masuk ke Kota Pematangsiantar berasal dari Luar Negeri.

Selagi Pabrik Narkoba di Luar Negeri tidak ditutup maka Narkoba di Indonesia tidak bisa hilang. Penegakkan hukum yang dilakukan Polisi itu hanya sebagai pencegahan sekian persen saja dikarenakan di masyarakat Narkoba juga merupakan Faktor Ekonomi saja.

Narkoba susah diberantas di Indonesia dikarenakan para pelaku 60% merupakan Residivis dan Program Rehabilitasi tidak membuat pelaku/pengguna menjadi jera. Solusi pertama untuk Narkoba adalah pencegahan.

Untuk Itu kepada Insan Pers sangat dibutuhkan peran aktif dalam pemberitaan positif seperti tidak memberitakan harga/nominalnya sehingga tidak mengundang masyarakat untuk seperti itu dan kalau bisa dibuat berita Dampak Narkoba dan Bahaya Narkoba sehingga masyarakat menjadi takut untuk memakai narkoba.